Sabtu, 11 Maret 2017

PERGERAKAN



PLATINUM
Pergerakan adalah implementasi dari kata gerak, penuh dengan makna yang begitu dalam. Karena sejatinya sebuah ikatan menyatukan mahasiswa dari berbagai kategori, sehingga membentuk sebuah himpunan yang mampu menyatukan seluruh aspek. Sebuah himpunan yang memiliki tujuan yang jelas memerlukan adanya pergerakan nyata, pergerakan yang mampu mengusung terciptanya tujuan yg diinginkan. Pergerakan mahasiswa yang didasari dari ukhuwah islamiyah tak akan lepas dari gerak juangnya diranah negeri tercinta, indonesia.
Landasan pergerakan adalah hati yang tulus, landasan persatuan adalah jiwa yang ikhlas, landasan perjuangan adalah ukhuwah yang tak terbatas. Platinum hadir dalam persatuan yang bergelora, semangat yang tumbuh dari dalam masing-masing kader, mencampakan rasa individualis, melebur dalam tali ukhuwah yang harmonis. Dan menyatukan semangat sebagai bagian dari pergerakan mahasiswa islam indonesia.
Angkatan yang terdiri dari 174 mahasiswa dari berbagai belahan indonesia meneriakkan kata satu, satu dalam pergerakan, satu dalam semangat dan satu dalam perjuangan. Pada tanggal 5 september 2016 lahirlah corp yang berasal dari rayon ekuilibrium. Makna arti dari sebuah nama menjadikan poros utama pergerakan dengan tujuan yang ingin kita capai bersama. PLATINUM, hakekat yang tak jauh beda dari ‘pergerakan mahasiswa yang Profesional dalam bertindak, memiliki jiwa Loyatitas yang tinggi dengan Ambisi yang terus berkobar tanpa meninggalkan Tawakal kepada tuhan, berfikir bagai kaum Intelektual yang mengedepankan sikap Nasionalisme merangkul sesama dalam Ukhuwah islamiyah dan berjuang demi kepentingan Masyarakat’.
Tempak yang menjadi saksi dalam wujud pergerakan awal UIN sunan kalijaga akan mengukir segalanya. Tema yang kami usung dalam deklarasi ini tak lain  adalah tema yang erat sekali dengan kita sebagai mahasiswa. Mungkin telinga ini terlalu bising untuk mengerti hakikat tema itu, mata ini terlalu silau dalam memahaminya, dan otak ini terlalu gila untuk mengkritisinya, MAHASISWA SEBAGAI MINIATUR BANGSA. Arah dan tujuan bangsa bukan ditentukan oleh mereka yang diatas, bukan mereka yang bersantai, namun kita mahasiswa yang memegang poros kendali dari negeri ini, negeri yang kaya dan penuh dengan retorika kemunafikan.
Ingatan kita masih hangat manakala tahun dimana seluruh mahasiswa tanpa pandang lambang bersatu demi tujuan yang sama. Makna yang sangat dalam demi revolusi bangsa ini, platinum ingin mengembalikan semangat itu, semangat nasionalisme, semangat persatuan, semangat pergerakan. Tuas kemudi bangsa berada ditangan kita sahabat! tak peduli apa lambangmu, berapa jumlahmu, bagaimana pergerakanmu, asalkan satu benderamu, ibu pertiwi menunggu pergerakanmu sahabat!
Namun, nampaknya pergerakan kita mulai dipertaruhkan sahabat. Penindasan yang terjadi dewasa ini berlaku dalam bentuk yang lebih modern, sistem ekonomi yang menjadi poros utama berjalanya suatu bangsa rupanya tidak lagi berpihak kepada rakyat. Sistem ekonomi pancasila yang begitu agung kini hanya menjadi pajangan yang perlahan mulai terkikis. Rasa profesionalisme para penegak penegak hukum harus lebih dikuatkan lagi, agar poros ini tetap berputar dalam sendinya. Ekonom muda seolah hanya mementingkan hartanya, tax amnesti yang seharusnya menguntungkan justru membuat ketidak adilan itu datang dengan sendirinya. Jiwa nasionalisme sangat berperan dalam pembentukan mental yang merakyat.
Untuk pembaruan sistem ekonomi harus adanya campur tangan semua pihak, semua elemen yang terdiri dari rakyat, kaum intelek, ekonom, maupun politikus hendaknya menjadikan loyalitas tanpa batas sebagai bumbu untuk mewujudkan ambisi yang seharusnya terjadi. Pemberdayaan hasil pajak, transparansi sistem pendidikan dan keadilan dalam bertransaksi perbankan yang berasaskan ukhuwah harus dimulai dari diri kita sebagai kader perubahan. Tak akan ada perubahan jika hanya menunggu, lakukan langkah kecil sebagai hasil implementasi trilogi pergerakan.
Masyarakat tidak butuh teori tanpa bukti, mereka tidak memandang pangkat yang ada dalam nama kita, yang mereka butuhkan adalah bukti dari praktek ilmu yang kita dapatkan. Desa kecil nan pelosok menunggu kita untuk kemajuan bersama. Bersama membangun kembali roda kehidupan yang sempat berhenti, mengembalikan aset rakyat yang tersitakan, itulah keinginan dan harapan mereka, jangan menyerah dalam bertindak, teruslah bergerak, karna masyarakat menunggu kita bersama. Salam mahasiswa.!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar