PLATINUM
Pergerakan
adalah implementasi dari kata gerak, penuh dengan makna yang begitu dalam. Karena
sejatinya sebuah ikatan menyatukan mahasiswa dari berbagai kategori, sehingga
membentuk sebuah himpunan yang mampu menyatukan seluruh aspek. Sebuah himpunan
yang memiliki tujuan yang jelas memerlukan adanya pergerakan nyata, pergerakan
yang mampu mengusung terciptanya tujuan yg diinginkan. Pergerakan mahasiswa
yang didasari dari ukhuwah islamiyah tak akan lepas dari gerak juangnya diranah
negeri tercinta, indonesia.
Landasan
pergerakan adalah hati yang tulus, landasan persatuan adalah jiwa yang ikhlas,
landasan perjuangan adalah ukhuwah yang tak terbatas. Platinum hadir dalam
persatuan yang bergelora, semangat yang tumbuh dari dalam masing-masing kader,
mencampakan rasa individualis, melebur dalam tali ukhuwah yang harmonis. Dan
menyatukan semangat sebagai bagian dari pergerakan mahasiswa islam indonesia.
Angkatan
yang terdiri dari 174 mahasiswa dari berbagai belahan indonesia meneriakkan
kata satu, satu dalam pergerakan, satu dalam semangat dan satu dalam
perjuangan. Pada tanggal 5 september 2016 lahirlah corp yang berasal dari rayon
ekuilibrium. Makna arti dari sebuah nama menjadikan poros utama pergerakan
dengan tujuan yang ingin kita capai bersama. PLATINUM, hakekat yang tak jauh
beda dari ‘pergerakan mahasiswa yang Profesional dalam bertindak, memiliki jiwa
Loyatitas yang tinggi dengan Ambisi yang terus berkobar tanpa meninggalkan
Tawakal kepada tuhan, berfikir bagai kaum Intelektual yang mengedepankan sikap
Nasionalisme merangkul sesama dalam Ukhuwah islamiyah dan berjuang demi
kepentingan Masyarakat’.
Tempak
yang menjadi saksi dalam wujud pergerakan awal UIN sunan kalijaga akan mengukir
segalanya. Tema yang kami usung dalam deklarasi ini tak lain adalah tema yang erat sekali dengan kita
sebagai mahasiswa. Mungkin telinga ini terlalu bising untuk mengerti hakikat
tema itu, mata ini terlalu silau dalam memahaminya, dan otak ini terlalu gila
untuk mengkritisinya, MAHASISWA SEBAGAI MINIATUR BANGSA. Arah dan tujuan bangsa
bukan ditentukan oleh mereka yang diatas, bukan mereka yang bersantai, namun
kita mahasiswa yang memegang poros kendali dari negeri ini, negeri yang kaya
dan penuh dengan retorika kemunafikan.
Ingatan
kita masih hangat manakala tahun dimana seluruh mahasiswa tanpa pandang lambang
bersatu demi tujuan yang sama. Makna yang sangat dalam demi revolusi bangsa
ini, platinum ingin mengembalikan semangat itu, semangat nasionalisme, semangat
persatuan, semangat pergerakan. Tuas kemudi bangsa berada ditangan kita
sahabat! tak peduli apa lambangmu, berapa jumlahmu, bagaimana pergerakanmu,
asalkan satu benderamu, ibu pertiwi menunggu pergerakanmu sahabat!
Namun,
nampaknya pergerakan kita mulai dipertaruhkan sahabat. Penindasan yang terjadi
dewasa ini berlaku dalam bentuk yang lebih modern, sistem ekonomi yang menjadi
poros utama berjalanya suatu bangsa rupanya tidak lagi berpihak kepada rakyat.
Sistem ekonomi pancasila yang begitu agung kini hanya menjadi pajangan yang
perlahan mulai terkikis. Rasa profesionalisme para penegak penegak hukum harus
lebih dikuatkan lagi, agar poros ini tetap berputar dalam sendinya. Ekonom muda
seolah hanya mementingkan hartanya, tax amnesti yang seharusnya menguntungkan
justru membuat ketidak adilan itu datang dengan sendirinya. Jiwa nasionalisme
sangat berperan dalam pembentukan mental yang merakyat.
Untuk
pembaruan sistem ekonomi harus adanya campur tangan semua pihak, semua elemen
yang terdiri dari rakyat, kaum intelek, ekonom, maupun politikus hendaknya
menjadikan loyalitas tanpa batas sebagai bumbu untuk mewujudkan ambisi yang
seharusnya terjadi. Pemberdayaan hasil pajak, transparansi sistem pendidikan
dan keadilan dalam bertransaksi perbankan yang berasaskan ukhuwah harus dimulai
dari diri kita sebagai kader perubahan. Tak akan ada perubahan jika hanya
menunggu, lakukan langkah kecil sebagai hasil implementasi trilogi pergerakan.
Masyarakat
tidak butuh teori tanpa bukti, mereka tidak memandang pangkat yang ada dalam
nama kita, yang mereka butuhkan adalah bukti dari praktek ilmu yang kita
dapatkan. Desa kecil nan pelosok menunggu kita untuk kemajuan bersama. Bersama
membangun kembali roda kehidupan yang sempat berhenti, mengembalikan aset
rakyat yang tersitakan, itulah keinginan dan harapan mereka, jangan menyerah
dalam bertindak, teruslah bergerak, karna masyarakat menunggu kita bersama.
Salam mahasiswa.!